Pelajar Pacaran di jalan Pasar Jumat dan Kandang Baru

SIJUNJUNG, SO--Pemandangan tak sedap dan tak etis 'kebanjiran' dipertontonkan sebagian pelajar. Tanpa menghiraukan orang sekitar, pelajar tersebut asyik memadu kasih, bercumbu dan berduaan di tengah lalu lalang orang berkendaraan di jalan raya.


Setidaknya realitas ini terlihat, ketika wartawan www.sumbarONLINE.com berkendara di jalan by pass Pasar Jumat dan Kandang Baru di kabupaten Sijunjung. Ironinya, pemandangan tak sedap ini terjadi hampir setiap hari dikawasan tersebut.

Para pelajar Sekolah Menengah Pertama sambil mengenakan baju sekolah mereka asyik saja berduaan dan bercumbu tanpa mempedulikan orang sekitarnya.  

Sejumput kemudian timbul pertanyaan, mengapa mereka mau dan berani terang terangan berpacaran pada siang hari. Apa yang salah? Di sistem pendidikan kah? Atau pada diri kita? Jawabannya hanya terpulang pada diri kita masing-masing. 

Kelakuan para pelajar ini dinilai sudah kelewat batas dan keterlaluan. Karena pada saat mereka pulang sekolah dan seharusnya sudah berada di rumah membantu orang tua mereka, eh.. mereka justru asyik-asyikan berduaan. 

Menurut pendapat masyarakat, perilaku pelajar yang tak sedap dan tak etis berpacaran dipinggir jalan itu, dimungkinkan karena sekolah merasa tanggungjawabnya hanya sebatas dilingkungan sekolah saja. 

Adapula berpendapat, sejatinya orangtua lah yang dituntut berperan aktif dalam menjaga moral dan etika anak-anak mereka ketika berada di rumah dengan memberikan arahan dan estetika diluar jam sekolah.

Kemudian pemerintah melalui Dinas Pendidikan setempat, jelas dituntut bisa memainkan peran aktifnya dalam menyikapi soalan ini. 

"Kita harus mengintensifkan komunikasi dan koordinasi antar orangtua, sekolah dan pemerintah dalam membentuk watak dan perilaku pelajar baik di sekolah maupun luar sekolah, agar para pelajar dapat mengedepankan prilaku dan moralnya di masyarakat," harap masyarakat. 

0 comments:

Post a Comment