![]() |
Kabut asap diduga karena Sijunjung
berbatasan langsung dengan provinsi Riau, semenjak Sabtu (8/3/2014)
sinar mata hari tidak terlihat lagi sehingga kota Muaro Sijunjung agak
gelap gulita jarak pandangan terlalu dekat.
Jarak pandang di jalan Lintas Sumatra
menurun drastis, kepada pengguna jalan harus berhati-hati karena jarak
pandang sangat terbatas, setiap kendaraan harus menyalakan lampu disiang
hari agar bisa menentukan kendaraan yang sedang jalan.
Kepala Dinas Perhubungan Komunikasi dan
Informatika kabupaten Sijunjung Ramler berharap dengan tebalnya kabut
asap di Ranah Sijunjung seluruh pemakai jasa transportasi dengan
bermacam jenis harus berhati hati, selain itu kabut asap bisa
menimbulkan bermacam jenis penyakit.
Kepada masyarakat Sijunjung yang memakai
kendaraan roda dua agar selalu memakai masker,begitu juga warga yang
sering memakai sepeda juga memakai masker dalam upaya mencegah
kesehatan.
Menurut warga kota Muaro Sijunjung Ahmad
mengatakan, Ranah Sijunjung tetap kabut asap menyelimuti daerah ini,
bisa diprediksi akan banyak warga yang terganggu kesehatanya terutama
penyakit ISPA, selain itu seluruh warga agar dikurangi beraktifitas di
luar rumah.
Meskipun kabupaten Sijunjung belum masuk
kedalam level berbahaya, namun masyarakat selalu berhati hati,
kesehatan harus dipelihara dengan baik, perbanyak meminum air putih
dalam upaya menjaga kondisi tubuh agar selalu stabil.
No comments:
Post a Comment